BERITA Balitek DAS

Peneliti dan Struktural Harmonis, Litbang Pasti Bisa Eksis

BPPTPDAS (Solo, 03/08/2017)_Litbang akan bisa eksis dan ada, apabila fungsional peneliti dan struktural atau manajemen terdapat hubungan yang saling harmonis dan mendukung. Hal ini dikemukakan oleh Dr. Ir. Garsetiasih, MP., anggota Tim Penilai Peneliti Instansi (TP2I) Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Kementerian Lingkungan HIdup dan Kehutanan (KLHK) pada saat memberikan arahan pada acara pembinaan jabatan fungsional peneliti di Ruang RApat 1 Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (BPPTPDAS), Kamis (03/08).

Gastiarsih menyadari posisi fungsional peneliti sangat penting di litbang. Fungsional peneliti seperti prajurit yang siap tempur untuk menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Tetapi, apabila tidak didukung dengan struktural atau manajemen, prajurit akan tumbang. Apabila hal ini terjadi maka litbang akan mati atau tidak ada.

“Dukungan manajemen terutama top level manajemen sangat diperlukan dalam menjembatani penilaian fungsional peneliti oleh LIPI. Apabila pemimpin (level atas)...... Selengkapnya

Siasati Dana Terbatas, Peneliti harus kreatif dan Perkaya Data

BPPTPDAS (Solo, 28/07/2017)_Peneliti di Indonesia, terutama pada lingkup Balai Litbang dan Inovasi (BLI), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diharapkan untuk selalu kreatif dan memperkaya data di lapangan. Upaya ini dilakukan sebagai strategi dalam menghadapi dana penelitian yang semakin terbatas.

Hal ini diungkapkan oleh Prof. Ris. Gustan Pari, Ketua Tim Penilai Peneliti Instansi (TP2I), BLI-KLHK pada saat memberikan sambutan dan arahan pada acara pembinaan Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPPTPDAS) di Ruang Rapat BPPTPDAS Solo, Jum’at (28/07).

“Apresiasi kepada penulis yang menulis, karena nyawanya disitu. Spirit penulis menulis luar biasa, tetapi minim data. Sekarang saatnya kita berkreatifitas untuk memperkaya data. Peneliti seyogyanya ...... Selengkapnya



Balitek DAS Tampilkan Hasil Litbang di SAE VIII

Balitek DAS (Solo, 14/07/2017)_Bergabung dalam stand Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Jawa Tengah (Jateng), Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS Solo menampilkan beberapa hasil litbang yang siap diterapkan oleh masyarakat dalam Soropadan Agro Expo (SAE) VIII Tahun 2017 di Temanggung, 13-17 Juli 2017.p>

“Setiap SAE, Balitek DAS selalu diminta oleh Dinas LHK untuk bergabung dan menampilkan hasil litbangny baik berupa buku, prosiding, banner maupun flyer,”kata Ir. Salamah Retnowati, M.Si., Kepala Seksi Data, Informasi dan Kerjasama Balitek DAS saat mempersiapkan bahan pameran (12/07)

“Selain Balitek DAS Solo, Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK lainnya di wilayah Jateng juga bergabung. Hanya tahun ini Balai KSDA Jateng memisahkan diri atau memiliki stand sendiri,”tambahnya.

Untuk memeriahkan pameran kali ini, stand Dinas LHK membagikan bibit-bibit tanaman secara gratis. Jenis tanaman tersebut mayoritas adalah tanaman buah. Selain itu, juga diadakan kuis dan game yang menarik minat pengunjung.

“SAE diharapkan mampu menjadi wahana untuk menciptakan......... Selengkapnya



HKI Sumber Kekayaan Negara, Apabila Termanfaatkan oleh Rakyat

Balitek DAS (Solo, 12/07/2017)_Pada masa ini, sumber daya alam bukanlah sumber utama kekayaan bagi suatu negara atau bangsa. Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bisa menjadi sumber kekayaan negara. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Nur Sumedi, Kepala Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS pada saat memberikan arahan pada rapat bulanan Balitek DAS di Solo, Rabu (12/07).

“Kemajuaan di Negara maju pararel dengan HKI. Sebagian besar kekayaan bukan sumber daya alam tetapi HKI,”kata Nur Sumedi.

Nur Sumedi menyadari bahwa saat ini sumber daya alam (SDA) di Indonesia mulai menipis. Apabila lebih diekspose lagi maka akan habis dan tidak ada yang bisa diolah lagi, sehingga perlu adanya Iptek yang bisa mengolah SDA tersebut untuk dapat diperbaharui.

“Temuan atau hasil litbang yang berhubungan dengan hajat orang banyak menurut saya tidak perlu HKI. HKI tidak harus royalti tetapi bisa dimanfaatkan orang ....... Selengkapnya



TPA Hutan Panjang Banjarbaru Berhasil Mengolah Sampah 20 Truk Per Hari

Balitek DAS_(Solo, 05/07/2017)_Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah selalu dianggap menjadi sumber permasalahan lingkungan. Tapi hal yang berbeda diperlihatkan oleh TPA Hutan Parung Panjang yang ada di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. TPA ini telah berhasil mengolah sampah sebanyak 20 truk atau 120 m3 per hari dengan memperhatikan kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Hal ini diungkapkan oleh Pranatasari Dyah Susanti, SP, MS, Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS dalam artikelnya pada Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, di Semarang, Rabu (10/09/2013).

“Pengelolaan sampah di TPA Hutan Parung Panjang ini, sangat memperhatikan kesehatan dan kelestarian lingkungan,”kata Santi yang dikutip dalam artikelnya.

“Lokasi yang jauh dari pemukiman didukung dengan berbagai kegiatan pengolahan sampah, dimulai dari pemilahan sampah, pembuatan kompos padat dan kompos cair, sampai pengolahan air lindi sebelum dilepaskan ke lingkungan, menunjukkan bahwa pemerintah daerah sangat serius dalam pembangunan dan pengelolaan sampah..... Selengkapnya



Potensi Air di Kabupaten Pemalang Mulai Mengkhawatirkan

Balitek DAS_(Solo, 19/06/2017)_Air merupakan sumber daya alam yang vital bagi kehidupan manusia. Tidak terkecuali di Kabupaten Pemalang. Sayangnya, potensi air di wilayah ini mulai mengkhawatirkan. Bahkan defisit apabila musim kemarau. Tentunya hal ini akan mengancam kehidupan manusia serta keseimbangan ekosistem yang ada di Kabupaten Pemalang.

Hal ini diungkapkan oleh kata Arina Miardini, S. Hut., M.Sc., Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS dalam artikelnya pada Prosiding Seminar Nasional Peran Pengelolaan DAS untuk Mendukung Ketahanan Air di Surakarta, Kamis (22/09/2016).

“Permasalahan potensi air terjadi ketika kebutuhan air semakin meningkat. Misalnya karena peningkatan jumlah penduduk), sedangkan jumlah air dalam DAS relatif tetap bahkan dengan kualitas yang semakin menurun,”kata Arina yang dikutip dalam artikelnya.

Arina menyadari bahwa saat ini DAS sebagai wadah mengalami degradasi akibat adanya pemanfaatan lahan yang intensif dan eksploitatif, yang ditunjukkan oleh meningkatnya luasan lahan kritis, sehingga daya dukungnya semakin menurun. Begitu juga ...... Selengkapnya



Kegiatan Bukber, Ajang Silaturahmi Keluarga Besar Balitek DAS

Balitek DAS_(Solo, 13/06/2017)_Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek Das) secara rutin melaksanakan kegiatan buka puasa bersama (bukber) setiap tahunnya. Kegiatan ini merupakan ajang untuk menjalin silaturahmi dan keakraban dengan seluruh keluarga pegawai Balitek DAS.

“Bukber tahun lalu ada beberapa temen atau kerabat yang hadir dan sekarang sudah tiada (pensiun atau meninggal). Kita tidak tahu bagaimana tahun depan. Belum tentu tahun berikutnya dapat suasana yang sama,” kata Dr. Nur Semedi, Kepala Balitek DAS saat memberikan sambutan pada acara bukber di Ruang OR1, Kantor Balitek DAS, Senin (12/06).

Dalam melakukan batimetri, metode yang digunakan adalah membagi luas telaga ke dalam grid dengan jarak 20 m x 20 m pada sistem koordinat UTM.

Pada kesempatan tersebut, Sumedi juga mengingatkan kepada seluruh pegawai Balitek DAS untuk memperbanyak amalan pada bulan ramadhan ini. Menurutnya, segala perbuatan yang diniati dengan baik akan menjadi amalan.

“jangan remehkan amalan kecil. Bisa jadi ...... Selengkapnya



Beberapa Mata Air di DTA Rawa Pening Tidak Layak untuk Irigasi

Balitek DAS_(Solo, 30/05/2017)_Beberapa mata air di Daerah Tangkapan Air (DTA) Rawa Pening ternyata mempunyai kualitas yang kurang baik untuk irigasi. Hal ini diungkapkan oleh Drs. Ugro Hari Murtiono, M.Si., Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS Solo setelah menguji kualitas air irigasi di DTA Rawa Pening (30/05).

Dalam penelitiannya tersebut, Ugro menggunakan analisis kimia (sodium adsorption ratio (SAR)) terhadap parameter total dissolve solid (TDS), daya hantar listrik (DHL), Na, Ca, Mg dari 3 sampel mata air sawah irigasi di DTA Rawa Pening.

“Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa mata air memiliki kualitas baik untuk irigasi dan ada mata air yang memiliki kualitas buruk sehingga perlu dilakukan pengelolaan air dan tanah,”kata Ugro.

SAR merupakan ukuran kesesuaian air untuk digunakan dalam irigasi pertanian, yang ditentukan oleh konsentrasi padatan terlarut dalam air. SAR ini juga merupakan ukuran kebasaan tanah yang dilihat dengan...... Selengkapnya











PUBLIKASI

FILM



Berita Terkini