BERITA Balitek DAS

Tanaman Sengon dapat Memulihkan Lahan di Kabupaten Pati

Balitek DAS (Solo, 06/06/2017) Tanaman Sengon dan Jabon, dua jenis tanaman hutan ternyata dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memulihkan atau rehabilitasi lahan dan hutan di Kabupaten Pati. Hal ini terungkap dari hasil penelitian Ir. Heru Dwi Riyanto, Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS yang disampaikan dalam Seminar Nasional Hasil Penelitian Teknologi Pengelolaan DAS di Solo tahun 2013.

“Sengon dan jabon merupakan jenis tanaman cepat tumbuh. Selain itu, kedua tanaman tersebut memiliki peran penting dalam memelihara kesuburan tanah,” kata Heru di kantor Balitek DAS Solo (21/04/2017).

Berdasarkan hasil penelitiannya selama satu tahun (Maret 2011 – September 2012) di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati terlihat secara umum bahwa pada umur 14 bulan setelah tanamn (bst) kandungan N total dan kandungan bahan organik cenderung mengalami peningkatan. Sedangkan kondisi pH pada umur 18 bst mengalami penurunan.

“Namun, berdasarkan riapnya terlihat bahwa sengon mempunyai ...... Selengkapnya



Komunikasi: Instrumen Kuat dalam Pengelolaan DAS Terpadu

Balitek DAS (Solo, 29/05/2017) Pengelolaan DAS seharusnya dilaksanakan secara terpadu bukan sektoral. Dalam posisi ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) harus bisa berperan sebagai pengikat antar sektor. Di sinilah, komunikasi merupakan instrumen yang kuat, sehingga pengelolaan DAS bisa dilaksanakan secara terpadu antar sektor.

Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. Ir. Chay Asdak., Dosen Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung saat mempresentasikan makalahnya pada acara Diskusi Pengelolaan DAS Terpadu di ruang Rapat Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS), Jumat (25/05).

“Kelemahan dalam pengelolaan DAS adalah kurang komunikasi ke sektoral, sehingga banyak yang tertutup,” kata Asdak.

Asdak berharap KLHK bisa mengisi atau mengikat sektor-sektor yang terkait dalam pengelolaan DAS dengan komunikasi yang aktif. Untuk itu, semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK harus solid lebih dahulu.

“Balitek DAS harus bisa masuk dalam isu manajemen ini. ......... Selengkapnya



Tingkatkan Kualitas Pengelolaan JPPDAS, Balitek Solo Undang Pengelola IJFR

Balitek DAS (Solo, 26/05/2017) Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (JPPDAS), Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS Solo mengundang Pengelola International Journal Forestry Research (IJFR) untuk berbagi tentang teknis Open Journal System (OJS) selama dua hari, Selasa-Rabu (23-24 Mei 2017).

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas para pengelola JPPDAS, terutama masalah teknis dalam OJS," kata Dr. Ir. Tyas Mutiara Basuki, M.Sc., Peneliti Balitek DAS sekaligus Editor in Chief JPPDAS, Selasa (23/05).

Tyas menyadari meskipun JPPDAS berhasil diterbitkan, namun ada beberapa permasalahan teknis yang dihadapi oleh para pengelola JPPDAS. Selain itu, sebagian para pengelola JPPDAS belum pernah mengikuti pelatihan OJS, dikarenakan untuk mengikuti pelatihan OJS dari luar membutuhkan biaya yang banyak.

"Kami berharap dengan adanya pelatihan selama dua hari ini ....... Selengkapnya



Atasi Masalah Sedimentasi, Bakau Dapat Tingkatkan Kapasitas Hutan Mangrove

Balitek DAS (Solo, 15/05/2017) ”Untuk meningkatkan kapasitas Segara Anakan dapat menggunakan tanaman bakau (Rhizopora spp.). Tanaman ini mempunyai kemampuan menjerat sedimen yang rendah,” kata Drs. Ugro Hari Murtiono, M.Si, Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS saat ditemui di kantor Balitek DAS Solo, Rabu (19/04). /

"Rendahnya kemampuan menjerat sedimen ini diperlukan agar sedimen yang terlarut dalam aliran tidak banyak mengendap di sisi aliran karena akan membentuk substrat yang baru bagi mangrove sehingga mangrove akan berkembang menjadi tidak terkontrol yang berpotensi melenyapkan Segara Anakan," kata Ugro.

Diketahui bahwa Kawasan Segara Anakan merupakan suatu laguna raksasa yamg terletak di Pantai Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. Selatan Pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah atau Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. Setiap tahun, kawasan ini selalu terjadi perubahan lahan karena sedimentasi dari dua sungai besar, yaitu Citanduy dan Cibereum.

Data dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Pengelola Sumberdaya Kawasan ..... Selengkapnya



Database: Kegiatan Pengendalian Sederhana Tapi Berdampak

Balitek DAS (Solo, 10/05/2017) Database yang dibangun suatu instansi merupakan suatu kegiatan pengendalian sederhana tetapi memberikan dampak positif bagi instansi tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Ir. Dwianto Cipto Subandrio, M.Sc., Auditor Utama pada Inspektorat Wilayah IV Inspektorat Jenderal, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada acara entry meeting di Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS, Senin (08/05).

"Lakukan kegiatan pengendalian sesederhana apapun, yang penting ngefeek (berdampak) atau menghilangkan potensi temuaan saat audit, seperti database," kata Dwi.

Dwi menyatakan database merupakan kumpulan informasi yang mudah diakses. Dalam pembangunan database tidak terlepas adanya teknologi informasi (TI). Selain itu, adanya database ini juga mendukung pelayanan publik, sehingga data harus bisa dipilah mana yang bisa diakses oleh umum (publik) maupun tidak bisa (privat). Dengan perkembangan TI, telah banyak aplikasi database atau informasi online.

"Kemenkeu (Kementerian Keuangan) sudah online ...... Selengkapnya



Lakukan Ekspedisi, Tim Balitek DAS Ukur Kedalaman Telaga Warna dan Pengilon

Balitek DAS (Dieng, 05/05/2017) Beberapa Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) Solo telah melakukan ekspedisi dan batimetri atau pengukuran kedalaman Telaga Warna dan Telaga Pengilon di Kawasan Wisata Dieng-Jawa Tengah selama 6 (enam) (26/04 - 01/05).

"Selain mengukur kedalaman telaga, batimetri ini juga berguna untuk mengetahui volume air telaga, sehingga akan membantu dalam pemantauan penggunaan air maupun pengaruh sedimentasi dari dampak pengelolaan Daerah Tangkapan Air (DTA) di atasnya," kata R. Pamungkas BP, salah satu anggota dalam tim tersebut.

Dalam melakukan batimetri, metode yang digunakan adalah membagi luas telaga ke dalam grid dengan jarak 20 m x 20 m pada sistem koordinat UTM.

"Titik perpotongan (x;y) inilah yang akan diukur kedalamannya," tegas Pamungkas.

Sedangkan peralatan yang digunakan, meliputi: peta situasi Telaga Warna dan Pengilon, ...... Selengkapnya



Strategi Edukasi, Kunci Keberhasilan Rehabilitasi Lahan di DAS Mahakam

Balitek DAS (Solo, 27/04/2017)_Untuk mendorong masyarakat berpartisipasi aktif dalam kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam maka diperlukan strategi yang tepat. Salah satunya dengan strategi edukasi, yaitu strategi yang berupa penguatan bimbingan kapasitas kelompok tani, penyuluhan dan pelatihan informasi dan keterampilan teknis RHL.

Hal ini diungkapkan oleh Faiqotul Falah, peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS pada artikelnya yang berjudul Partisipasi Masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan Wilayah DAS Mahakam" dalam Prosiding Seminar Nasional Restorasi DAS, Agustus 2015.

"Selama ini strategi yang digunakan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan RHL di DAS Mahakam cenderung menggunakan strategi kekuasaan, yaitu dengan menggunakan iming-iming imbalan agar masyarakat mau terlibat," kata Fike, panggilan akrab Faiqotul Falah, Kamis (20/04).

Pada strategi kekuasaan tersebut, umumnya komitmen pelaksana terhadap keberlanjutan proses rendah. Ini menyebabkan durasi partisipasi ...... Selengkapnya



Jurnal Penelitian Pengelolaan DAS Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

Balitek DAS (Solo, 28/04/2017) Setelah melalui usaha yang keras dan cukup melelahkan, akhirnya Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) berhasil meluncurkan Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (JPPDAS) edisi pertama, Jumat (28/04). Proses peluncuran tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Balitek DAS Dr. Nur Sumedi, Tim Pengelola JPPDAS serta beberapa Peneliti Balitek DAS.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Tim Pengelola JPPDAS atas usaha kerasnya dan telah berhasil mempublish JPPDAS," kata Dr. Nur Sumedi.

Selanjutnya, Nur Sumedi menyarankan agar alamat JPPDAS atau http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPPDAS/index untuk disebarkan kepada seluruh peneliti Balitek DAS serta kolega Balitek DAS baik melalui milist, WA maupun media sosial lainnya.

Saya harapkan kita umumkan per artikel dengan kata yang menarik sehingga mengundang mereka untuk klik JPPDAS. Harapannya kita dapat mencapai ...... Selengkapnya











PUBLIKASI

FILM



Berita Terkini