BPDASHL Barito Konsultasi Rancangan Teknis Bangunan KTA Ke BP2TPDAS

BP2TPDAS (Solo, 06/09/2017)_Dalam proses penyempurnaan rancangan teknis bangunan konservasi tanah dan air (KTA) di Wilayah Kerja Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito, Kepala BP2TPDAS, Dr. M. Zainal Arifin, S. Hut., M.Si., berkunjung ke Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (BP2TPDAS) di Solo, Selasa (05/09/2017).

“Pada tahun ini, BPDASHL Barito akan melaksanakan kegiatan pembangunan bangunan KTA swakelola berupa Dam Penahan (DPn) sebanyak 50 unit dan Gully Plug (GP) sebanyak 200 unit. Kami telah menyelesaikan penyusunan rancangan teknis kedua bangunan tersebut dengan mengadop ilmu serta template dari BPDASHL Berantas,”kata Zainal.

“Kami mengharapkan masukan dan pendampingan secara teknis dan ilmiah terhadap penetapan lokasi dan gambar serta ukuran teknis bangunan KTA dimaksud, sehingga diperoleh rancangan teknis yang memenuhi standar teknis dan ilmiah,”tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Tim BPDASHL Barito memaparkan rancangan teknis bangunan DPn dan gully plug, meliputi penentuan lokasi bangunan maupun anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pembangunan bangunan KTA tersebut.

“BPDASHL Barito dikenal sebagai seribu sungai, tetapi untuk menentukan 100 bahkan 200 titik gully plug tentunya sangatlah susah. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami telah mengumpulkan beberapa peneliti yang ahli atau berpengalaman dalam rancang bangun KTA,”Kata Dr. Nur Sumedi, Kapala BP2TPDAS setelah mendengarkan paparan dari Tim BPDASHL Barito.

Dalam acara tersebut, peneliti atau pegawai BP2TPDAS yang diundang adalah Dr. Irfan Budi Pramono, M.Sc., Dr. Agung Budi Supangat, S.Hut., M.T., Dr. Ir. Nining Wahyuningrum, M.Sc., Drs. Rahardyan Nugroho Adi, M.Sc., Ir. Syahrul Donie, M.Si., Drs. Ugro Hari Murtiono, M.Si., Dadang Maszaeni, ST., M.P. (Kasie Program dan Anggaran), serta Ir. Salamah Retnowati, M.Si (Kasie Data, Informasi dan Kerjasama).

“Teman-teman (Pegawai/peneliti BP2TPDAS) diminta masukan baik secraa teknis maupun sosial sehingga penentuan titik lokasi bangunan DPn dan gully plug tepat sehingga tujuannya dapat tercapai secara efektif,”tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, peneliti BP2TPDAS mengapresiasi BPDASHL Barito melaksanakan kegiatan pembangunan KTA dengan swakelola, sehingga harus dapat dilaksanakan secraa cermat sehingga mencapai keefektifan dan keefisienan dalam pembangunan KTA tersebut. Selanjutnya, Peneliti BP2TPDAS memberikan masukan, saran serta evaluasi dalam rancangan teknis yang telah disusun oleh BPDASHL Barito.

“Beberapa masukan dari teman-teman semoga bermanfaat. Saya senang kita semakin dekat dan sudah banyak yang datang kesini. Kami senang kalau ilmu kita dimanfaatkan dan kelihatan dampaknya,”kata Nur Sumedi.

“Kami akan melakukan pendampingan disana dan ini bisa kita kawal bersama. Insha allah dampaknya bagus dan bisa dijadikan percontohan,”tegasnya.

Menyambut hal tersebut, Zainal gembira dan berharap bahwa apa yang diperoleh pada kesempatan ini akan menjadi bekal dan akan selalu melakukan konsultasi dengan BP2TPDAS baik secara email maupun telepon.

Kunjungan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pendampingan dari BP2TPDAS untuk melihat titik-titik Dnp dan gully plug di lapangan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu kurang sebulan sehingga apabila ada pergeseran titik-titik lokasi Dnp dan gully plug dapat dilakukan sebelum kontrak selesai atau sebelum pelelangan ke pihak 3 (Pelaksana pembangunan Dnp dan gully plug). ***