Kegiatan Penelitian dan Pengembangan

Perencanaan Pengelolaan DTA dan Teknik Mitigasi Bencana Kekeringan di DAS Moyo, NTB


Penulis :
  • Dr. Ir. Endang Savitri, MSc.

Abstrak :

Bencana hidrometeorologi di Indonesia cenderung meningkat dari tahun 2002, baik berupa banjir, longsor, cuaca ekstrim dan kekeringan. Pada tahun 2015, lebih dari 80% daerah di Indonesia termasuk NTB dan NTT mengalami kekeringan. Bencana kekeringan apabila terjadi di pulau-pulau yang kecil, atau daerah kepulauan, maka akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan pulau yang besar. Sumberdaya air yang terbatas pada pulau-pulau kecil akan sangat terpengaruh apabila terjadi bencana kekeringan. Untuk memberikan dasar ilmiah guna terwujudnya program prioritas nasional yakni “Peningkatan Ketersediaan Air Baku”, maka perlu dilakukan penelitian ”Perencanaan pengelolaan DTA dan Teknik Mitigasi Bencana Kekeringan di DAS Moyo, NTB”. Penelitian ini merupakan bagian dari Rencana Penelitian dan Pengembangan Integratif (RPPI) Konservasi Sumber Daya Air. Tujuan penelitian untuk mendapatkan model perencanaan pengelolaan DAS daerah kering dan teknik mitigasi bencana kekeringan khususnya di kabupaten Sumbawa, NTB. Penelitian ini direncanakandilakukan di DAS Moyo, Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat. DAS Moyo dipilih karena selain salah satu DAS yang beriklim kering, juga merupakan salah satu dari 15 DAS prioritas yang harus segera dipulihkan. Metode yang digunakan untuk perencanaan pengelolaan DTA adalah identifikasi potensi dan kerentanan biofisik dan social ekonomi, identifikasi RTRW dan rencana pembangunan daerah serta kelembagaan yang ada saat ini. Metode yang digunakan untuk teknik mitigasi bencana kekeringan adalah identifikasi potensi kekeringan kemudian disusun beberapa alternatif untuk mengatasinya. Manfaat hasil penelitian menunjang Prioritas Nasional “Pembangunan Perumahan dan Pemukiman” (PN3) dengan Program Prioritas “Peningkatan Ketersediaan Air Baku” (Pr3). Untuk Eselon I KLHKmenunjang Program Pengendalian DAS dan Hutan Lindung (PDASHL): Meningkatkan regulasi air dan mengurangi muatan erosi ke tubuh sungai di daerah hulu pada sebagian 15 DAS prioritas Nasional (S15).Kegiatan ini mendukung persen capaian sintesa hasil Penelitian Integratif Konservasi Sumber Daya Air,RPPI 2 BLI tahun 2015-2019. Kata kunci : pengelolaan DAS, mitigasi kekeringan, pulau kecil, daerah kering

« kembali

Arsip Penelitian