Publikasi Penelitian

KONFLIK PEMANFAATAN SUMBERDAYA AIR DI KABUPATEN KLATEN


Abstrak (Indonesia):
Kebutuhan masyarakat terhadap air semakin meningkat seiring peningkatan jumlah penduduk dan beragamnya kebutuhan sedangkan ketersediaan air relatif terbatas. Pada sisi lain, alokasi dan distribusi air antar sektor dan wilayah semakin kompleks dengan potensi konflik semakin meningkat. Hal ini menimbulkan konflik kepentingan antar masyarakat, antar sektor, antar wilayah dan berbagai pihak dalam pemanfaatan sumberdaya air. Konflik pemanfaatan sumberdaya air yang tidak terselesaikan dapat mengancam ketahanan air yang berimplikasi lanjut pada ketahanan pangan, sosial, ekonomi dan keamanan. Penelitian ini berfokus pada konflik pemanfaatan sumberdaya air di Kabupaten Klaten. Kasus diambil pada empat kecamatan di Kabupaten Klaten, yaitu Kecamatan Karangdowo, Wonosari, Juwiring, dan Pedan. Pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara tidak terstruktur, data sekunder berasal dari publikasi, laporan, media massa, dan data statistik instansi terkait. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak yang terlibat dalam konflik terbagi menjadi empat kelompok yaitu pemerintah, masyarakat, pihak swasta dan lembaga swadaya masyarakat. Perbedaaan orientasi kepentingan antar pihak membuat beragamnya hubungan yang terjadi berupa kerjasama dan konflik yang melibatkan beberapa pihak dalam pemanfaatan sumberdaya air. Penyelesaian konflik antar kelompok tani dalam perebutan air dilakukan dengan melakukan mediasi yang melibatkan aparat pemerintah dan keamanan tempat terjadinya konflik. Untuk kasus konflik antara masyarakat dan perusahaan swasta, konflik muncul karena privatisasi menyebabkan akses masyarakat terhadap sumber air menjadi terbatas serta kuantitas, kualitas dan kontinuitas air menjadi turun. Intensitas konflik pemanfaatan sumberdaya air meningkat pada saat musim kemarau. Penyelesaian konflik yang dilakukan dengan cara mediasi dan arbitrase yang difasilitasi pemerintah daerah. Kontestasi untuk mendapatkan akses terhadap sumber daya air mengemuka sebagai isu kekeringan dan kesulitan untuk mendapatkan air, sejatinya merupakan akibat dari minimnya akses yang dimiliki oleh masyarakat terhadap pekerjaan di perusahaan AMDK dan akibat dari hilangnya mata pencaharian. Konflik tidak saja melibatkan masyarakat dan perusahaan tetapi mendorong aktor lain seperti Lembaga Swadaya Masyarakat untuk ikut memanfaatkan situasi demi kepentingan masing-masing. Kata Kunci : konflik, pemanfaatan, sumberdaya air, privatisasi
Abstract (English) :
Media Publikasi :
Seminar Nasional Peran Pengelolaan DAS untuk Mendukung Ketahanan Air 2016
Penulis :
S. Andy Cahyono, Dr., SP., M.Si., C. Yudilastiantoro, Ir., MP., Alvian Febry Anggarna, S.Hut.
Ukuran Berkas :
733.6 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian